
Jakarta, Nalar Aksara — Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengungkapkan bahwa sebanyak 20 kilogram uranium masih tersimpan di PT Industri Nuklir Indonesia (Inuki), meskipun operasional perusahaan tersebut telah terhenti. Jumlah itu disebut setara dengan satu bom nuklir, sehingga memerlukan pengamanan dan penanganan yang sangat ketat.
Plt. Kepala Bapeten, Zainal Arifin, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI, Selasa (16/9/2026). Proses serah terima aset PT Inuki ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hingga saat ini belum terselesaikan.
“Yang perlu menjadi perhatian Bapak-Ibu, di Inuki masih tersedia uranium sekitar 20 kg, setara satu bom nuklir. Ini yang menjadi perhatian kita semua,” ujar Zainal, seperti dikutip dari CNBC.
Bahan Bakar Reaktor Nuklir Sudah Habis
Zainal juga menginformasikan bahwa bahan bakar reaktor nuklir di Serpong saat ini sudah habis dan tidak ada lagi produksi dalam negeri. Bahan bakar tersebut tidak dapat dibeli begitu saja dari negara lain karena sebelumnya diproduksi khusus oleh PT Inuki.
“Bahan bakar reaktor nuklir di Serpong itu tidak bisa serta-merta kita beli dari negara lain karena hanya diproduksi oleh PT Inuki,” jelasnya.
Selain stok uranium, Bapeten mencatat Gedung 10 dan Gedung 60 milik PT Inuki masih memerlukan proses dekontaminasi. Penghentian operasional perusahaan tidak menghapuskan kewajiban pemenuhan standar keselamatan, keamanan, serta pengawasan secara nasional maupun internasional.
“Meskipun usaha sudah tidak berjalan, kewajiban terhadap keselamatan, keamanan, dan pengawasan masih harus dilakukan,” tegas Zainal.
Bapeten juga menegaskan bahwa jika pemegang izin fasilitas nuklir mengalami masalah usaha atau kepailitan, kewajiban menjamin keselamatan dan keamanan sumber radioaktif tetap tidak boleh diabaikan. Pengawasan ketat terus dilakukan agar bahan nuklir tersebut tetap aman dan terkendali.(re)


Leave a comment