{"id":13881,"date":"2026-08-23T09:24:52","date_gmt":"2026-08-23T02:24:52","guid":{"rendered":"https:\/\/nalaraksara.com\/?p=13881"},"modified":"2026-08-23T09:25:27","modified_gmt":"2026-08-23T02:25:27","slug":"karyawan-16-tahun-bekerja-dipecat-karena-pamit-ibadah-perusahaan-apple-didenda-26-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/2026\/08\/23\/karyawan-16-tahun-bekerja-dipecat-karena-pamit-ibadah-perusahaan-apple-didenda-26-miliar\/","title":{"rendered":"Karyawan 16 Tahun Bekerja Dipecat karena Pamit Ibadah, Perusahaan Apple Didenda 2,6 Miliar"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_13882\" aria-describedby=\"caption-attachment-13882\" style=\"width: 612px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/nalaraksara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/aple.jpeg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13882 lazyload\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-src=\"https:\/\/nalaraksara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/aple.jpeg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"408\" data-sizes=\"auto\" data-srcset=\"https:\/\/nalaraksara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/aple.jpeg 612w, https:\/\/nalaraksara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/aple-300x200.jpeg 300w, https:\/\/nalaraksara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/aple-600x400.jpeg 600w, https:\/\/nalaraksara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/aple-20x13.jpeg 20w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-13882\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Monitorday<\/figcaption><\/figure>\n<p dir=\"ltr\"><b>NalarAksara<\/b> \u2013 Perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat, Apple, sepakat membayar dana kompensasi sebesar US$150.000 atau setara sekitar Rp2,6 miliar untuk mengakhiri gugatan diskriminasi agama yang diajukan mantan karyawannya. Kesepakatan damai ini diambil tanpa disertai pengakuan kesalahan secara resmi dari pihak perusahaan.<\/p>\n<p>Mengutip laporan AppleInsider Kamis (20\/8\/2026), kasus ini bermula dari pemecatan seorang karyawan berstatus Apple Genius. Manajemen pada awalnya beralasan pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan karena yang bersangkutan tidak memenuhi standar kerapian atau penampilan (grooming) perusahaan.<\/p>\n<p>Namun, mantan karyawan tersebut menolak alasan itu dan menegaskan pemecatan sesungguhnya didorong oleh penolakan berulang pihak perusahaan terhadap permohonan izin ibadah Sabat yang ia ajukan.<\/p>\n<p>Berdasarkan dokumen hukum yang dikutip melalui 9to5Mac, karyawan tersebut adalah veteran Apple dengan rekam jejak kinerja sangat baik selama 16 tahun masa bakti. Ia memeluk agama Yahudi sejak tahun 2023 dan mulai meminta penyesuaian jadwal kerja agar tidak bertugas mulai matahari terbenam Jumat hingga Sabtu malam\u2014sesuai syariat ibadah Sabat.<\/p>\n<p>Permohonan penyesuaian jadwal itu ditolak berkali-kali. Tak lama kemudian, manajemen mulai mempermasalahkan standar penampilannya hingga berujung PHK mendadak, tak lama setelah ia kembali mengajukan cuti hari raya keagamaan.<\/p>\n<p>Kasus ini resmi masuk ranah hukum pada September 2025, setelah Komisi Kesempatan Kerja yang Setara Amerika Serikat (EEOC) mengajukan gugatan mewakili korban.<\/p>\n<p>Rincian Kompensasi &amp; Komitmen Baru<br \/>\nDalam kesepakatan penyelesaian perkara, Apple menyetujui pembayaran US$150.000 dengan rincian:<\/p>\n<p>&#8211; US$80.000 sebagai pembayaran gaji tertunggak (back pay);<br \/>\n\u200b<br \/>\n&#8211; US$70.000 sebagai ganti rugi non-materiil beserta bunga.<\/p>\n<p>Perusahaan juga berkomitmen menyelenggarakan pelatihan pencegahan diskriminasi agama bagi seluruh karyawannya. Dana tersebut harus ditransfer sepenuhnya dalam tenggat waktu 30 hari. Meski demikian, Apple menegaskan kesepakatan ini bukan berarti perusahaan mengakui kesalahan dalam proses hukum yang terjadi.(bc\/apl)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NalarAksara \u2013 Perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat, Apple, sepakat membayar dana kompensasi sebesar US$150.000 atau setara sekitar Rp2,6 miliar untuk mengakhiri gugatan diskriminasi agama yang diajukan mantan karyawannya. Kesepakatan damai ini diambil tanpa disertai pengakuan kesalahan secara resmi dari pihak perusahaan. Mengutip laporan AppleInsider Kamis (20\/8\/2026), kasus ini bermula dari pemecatan seorang karyawan berstatus Apple [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13884,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[64],"tags":[103],"class_list":["post-13881","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","tag-apple"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13881","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13881"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13881\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13885,"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13881\/revisions\/13885"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nalaraksara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}